Diberdayakan oleh Blogger.
YouTube facebook twitter instagram Email

Mad Belbie




Hellaaaw!
Sebelumnya, perlu kujelaskan, beauty blog ini sebenernya udah ada sejak lama, tapi aku nggak konsisten untuk posting, jadi jangan terlalu berharap kalian akan menemukan postinganku tiap minggu atau bahkan tiap hari. 

Kenapa tadinya aku males posting? Soalnya, awalnya beauty blog ini postingannya bener-bener for the sake of sales marketing only. Jadi ya gitu deh, jualan banget. Besides, aku bosen sama beauty blog yang terlalu perfect. Yang nyapanya pakai ladies, trus ngasih tips-tips bermanfaat. Di sini aku mulai berubah dan bakal menceritakan yang biasa-biasa aja, yang umumnya cewek lakukan (atau dalam hal ini yang biasanya aku lakukan). Untuk apa? Untuk menunjukkan bahwa kita adalah manusia merdeka yang nggak bisa diatur-atur oleh iklan sampah, dan untuk melawan mitos tentng kecantikan: bahwa cantik itu harus ribet, harus mahal, dan sebagainya. 

Di blog ini aku bakal menunjukkan siapa diriku yang biasanya aja. Jadi jangan kaget kalau nanti bakal banyak disturbing words. Intinya sebenarnya sama aja kaya blog aku yang Madgirl, tapi yang itu lebih menceritakan tentang kehidupan sehari-hari dan ide-ide yang bersifat umum. Dan aku pengen punya ruang yang lebih khusus mengenai kecantikan alamiku ini. Huwahahahah. 

Oke, kita mulai dari Medi Klin. Apa itu medi klin? Medi klin itu obat jerawat. Aku nemunya di mana? Pertama tahu Medi Klin dari baca-baca blog dan aku baca review-annya oke, trus aku keracunan. Kenapa aku keracunan? Soalnya ini obat yang gampang ditemukan di apotek dan murah. Jadi, way way too different yaa sama krim abal-abal yang katanya bisa ngilangin jerawat tapi harganya bikin kamu harus rela nggak jajan. 

Medi klin ini murah banget. Cuma 26 ribu di Guardian. Kalau di apotek biasanya mungkin lebih murah. 

Tadinya aku ke Guardian bukan buat beli si Medi Klin. Sejujurnya dia nggak menduduki peringkat pertama di hatiku setelah aku baca review sana sini dan baca beberapa saran dokter kulit. Tadinya aku nyari sodara jauhnya acnol cream yang jauh lebih murah.

Aku emang niat banget nyari obat jerawat di apotek karena aku udah stress berat sama jerawat aku yang udah empat tahun menghiasi wajah cantikku. Bayangin! Empat tahun! Kalau sekolah SMP/SMA aja ini jerawat udah pernah mengalami yang namanya tinggal kelas dan belum lulus juga. OMG! 

Sebenernya jerawatan juga nggak bikin aku jadi ditolak cowok-cowok sih, masih banyak aja yang ngejar-ngejar dan patah hati gara-gara aku #eheum. Trus aku berpikir, kalau jerawatan aja banyak yang naksir, gimana kalau kulitku mulus kaya Barbie? Pasti aku nggak perlu patah hati gara-gara Tevor Wentwort menghamili cewek lain kan? 

Singkat cerita, di Guardian aku tanya ke embaknya “Mbak, Acnol lotion ada?” mbaknya ngubek-ubek lemari bentar trus bilang nggak ada. 

“Kalau Benzolac?” dia bilang juga nggak ada.
“Vitacid?” mbaknya menggelengkan kepala. Trus akhirnya mbaknya nanya “Obat jerawat mbak?” Aku mengangguk.
“Medi klin aja,” katanya. Aku jadi ingat beberapa blog yang ngereview Medi Klin dan karena harganya murah juga, akhirnya aku iyain aja. 

Nah, jadi kata mbaknya Guardian dan kata blogger-blogger, Medi Klin ini dioles tipis-tipis aja, soalnya dia obat keras. Salah-salah bisa iritasi. Begitu pulang, aku turutin deh. Aku cuci muka sebersih-bersihnya, dan karena kamar mandi letaknya cukup jauh dari kamarku, aku jalan aja udah kering sendiri tuh muka, hehe. Trus aku olesin medi klinnya tipis-tipis. Kalau menurut review blogger-blogger yang udah pakai sih ada sensasi gatel atau panas giu. Tapi di aku nggak ada rasanya sama sekali. Kaya nggak pakai apa-apa.

Peringatan efek samping yang seirama dengan peringatan mba-mba apotek.
Paginya, aku cuci muka trus aku olesin lagi Medi Klinnya. Mbaknya Guardian bilang sehari boleh dipakai maksimal 4 kali, tapi di bungkusnya cuma 2 kali. Jadi intinya pagi-pagi itu sebelum bobo, aku cuci muka dulu dan pakai Medi Klin lagi. Rasanya masih nggak ada apa-apanya. Tapi jerawat-jerawat kecil di pangkal hidung sudah lenyap. Wow juga, pikirku.

Tapi yang jadi masalah di mukaku sebenernya bukan jerawat kecil. Melainkan jerawat maha banyak di pipi. Jerawatku ini nggak punya mata dan hampir nggak pernah mateng. Dia muncul, kempes, ninggalin noda hitam (meskipun nggak aku apa-apain), trus muncul lagi di sebelahny. Gitu terus sampai mukaku ketutupan sama noda jerawat. Kadang-kadang jerawatnya muncul satu-satu tapi setiap saat, nggak pernah stop. Kadang-kadang juga muncul bareng dalam suatu saat yang sama, membentuk rasi bintang. Nah, jerawat model begini yang sebenernya bikin aku keki sekeki-kekinya.

Setelah tiga kali pakai Medi Klin, kalau di cerita-cerita para blogger, harusnya jerawat udah kempes, atau mengelupas, tapi jerawat di pipiku masih tenang-tenang aja. Palingan ada satu dua jerawat yang rontok di pinggiran. But please, jerawatku kan ribuan. Mana ada pengaruhnya?

Akhirnya di pemakaian keempat aku pakai agak tebel, dan masih nggak ada rasanya sama sekali. Cuma emang sih, jerawat baru nggak muncul. Nah, di pemakain kelima aku mulai geregetan, soalnya emang aku pengen ini jerawat cepet minggat biar bekasnya yang mengerikan bisa segera kuurus. Akhirnya di bagian yang jerawatnya gede, aku olesin setebal mungkin. akhirnya kerasa juga efeknya. Jerawatku rasanya kaya dikitik-kitik. Lembut banget sih kitikannya. Tapi seenggaknya ada rasanya dari pada nggak sama sekali. Hahaha.

Akhirnya gengs, setelah sekitar seminggu, Medi Klin menunjukkan kesaktiannya. Jerawatku pada kering dan rontok satu per satu. Dan akhirnya bener-bener bersih cling. 

Well, memang sih, nggak cuma karena Medi Klin aja. Waktu itu aku combine cuci muka pakai sabun Holly yang aaaak, bikin aku jatuh cinta sejadi-jadinya. Plus maskeran pakai bedak dingin. 
Baca juga: [Review] Bedak Dingin Ny. Klaten

Kombinasi tiga ramuan ini bikin kulitku untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun bebas jerawat. Lengkapnya, bisa kalian baca di postinganku di blog sebelah (ah, dulu eyke gaje, nulis beauty di blog sebelah, haha). 
 Di blog sebelah: Kesumat Sang Raja Jerawat

Yang aku suka dari Medi Klin:

-        Nggak ada aroma aneh-aneh menyengat. Aromanya wajar aja kaya obat.
-        Karena bentuknya gel, jadi bening. Aman lah kalau mau keluar-keluar juga nggak kelihatan totol-totol obat jerawat.
-        Nggak bikin panas atau perih. Wajar aja, cuma ada sensai gatel-gatel geli dikit.
-        Nggak menyebabkan purging dulu. Tadinya aku takut aja kalau bersihin jerawat bakalan purging saking parahnya mukaku, hahaha. Pake Medi Klin aman, jek. Aku selamat dari kengerian itu.

Yang aku kurang suka:

-        Pas dipakai sendiri tanpa tandem sabun Holly, rada lama sih reaksinya.

Repurchase?

               Hell yess! Aku udah repurchase beeerkali-kali. Selalu sedia buat jaga-jaga kalau sewaktu-waktu nongol jerawat sebiji dua biji (biasanya kalau menjelang menstruasi tetep aja ada yang nongol), dan selalu sukses mengatasi jerawaat PMS ini tanpa bikin aku senewen. Hahaha.  

               Top banget deh! Aku rekomendasiin banget buat kalian yang mungkin masih struggle sama jerawat. Worth to try. Dan oh, btw, postingan ini akan ada sambungannya. *wink
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Dulu, waktu masih punya masker sama face scrub Swedish Spa dari Oriflame aku rajin banget maskeran. At least seminggu sekali lah. Yah, meskipun dua produk itu nggak ngaruh apa-apa dalam terusirnya jerawatku dari wajah, tetep aja seenggaknya aku tuh ngerasa kulit aku bersih. Nah, sejak kedua produk itu habis, aku nggak pernah maskeran lagi. Sama sekali. Hahaha.

Males sih mau nyari masker di luaran sana. Dan nggak tau sumpah, rasanya males banget kaya dipaksa bangun tidur padahal masih nguantuk. 

Tapi semua itu berubah sejak negara api menyerang aku baca-baca review tentang bedak ajaib. Iya, waktu itu aku dalam rangka nyari wangsit biar dapet ilmu kanuragan buat ngelawan jerawat. Banyaaak banget cara-cara yang ditulis sama blogger-blogger cantik. Namanya tiap orang pasti beda-beda kan cara ngusir jerawatnya. Dan aku harus tiati banget nentuin yang bener-bener cocok dan aman sama kondisi kulit aku yang jenisnya nggak sesimpel berminyak, normal, kering, atau sensitive. Kulit aku tuh rewel, aneh, dan labil. Persis kaya orangnya. Di satu sisi kering banget. Dehidrasi. Di sisi lain jerawatan. Di sisi lain lagi super duper sensitif, satu sisi lagi gampang kena alergi *sigh. Iya, manja banget ni kulit minta ditendang.

Kemudian di antara usaha keras menemukan cara ngilangin jerawat itu, aku kesandung sama review bedak ajaib. Namanya bedak dingin, alias bedak beras. Ada beberapa merek yang direview sama blogger-blogger cantik, tapi intinya sih bedak dingin tu bahannya sama aja kok. dibikinnya dari beras sama apaaa gitu yang bikin dingin. Jaman adikku masih bayi dulu sering dilulurin pake bedak dingin ini dan aku suka mintain.  Banyak yang review kalau jerawatnya jadi ilang dan kulitnya jadi bersih sejak pakai yang namanya bedak dingin ini. Whuuu, keracunan dong aku. Besoknya aku langsung ke pasar. Pasar tradisional. Soalnya aku mikirnya nyari bedak kaya gini pasti adanya ya di pasar. Muter-muter di pasar nggak nemu-nemu sampai akhirnya ditanyain sama ibu-ibu yang jualan panci (iya, gatau aku juga, nyarinya bedak tapi kok bisa nyasar ke bagian panci-panci gitu).

“Nyari apa dek?”
“Bedak dingin, Bu,” jawabku.
“Oh, kalau nyari bedak dingin di bagian jamu-jamu.” Trus aku dikasih tunjuk jalan yang benar. Dan berpetualanglah aku ke dunia jamu-jamu. Lengkap banget sumpah, jamu segala macem ada di sana. Cuma suasananya sepiii. Yang jualan jamu sampai pada ketiduran gitu. Mungkin karena generasi sekarang jarang-jarang yah yang hobi konsumsi jamu. Hihi.

Aku mendekat ke salah satu counter dan ketemu ibu-ibu penjualnya yang udah sepuh tapi kulitnya masih bagus. Beneran deh. Lembap dan halus gitu. Tanpa noda setitikpun. Aku jadi minder secara kulitku waktu itu masih gitu banget. Udah kaya permukaan bulan dizoom in saking bergunung-gunung dan berawa-rawa. Di counter jamu itu ada macem-macem bedak. Bedak dingin, bedak bengkoang, bedak susu, dan banyak lagi deh aku lupa apa aja. Trus aku bilang sama ibunya mau beli bedak dingin. Ibunya ngambilin satu bungkusan gitu. Bungkusan plastik kaya di foto atas itu lohh.

Sederhana banget sumpah packagingnya. Aku tanya sama ibuknya “Ini bedak beras itu kan?” ibunya jawab iya. Pas mau bayar aku tercengang karena harganya cuma tiga ribu lima ratus. Iya, kalian nggak salah baca. Tiga ribu lima ratus udah dapet banyak bunderan gitu (apa sih?). Maksudnya isinya banyak gitu lah. Apalagi ibunya bilang kalau mau pakai buat maskeran cukup pakai tiga sampai empat butir saja. Wow! Bisa nyampe setahun tuh. Hahaha.
Bunderan kaya gini maksudnya. Aaah, butir. Iya, itu maksudnya. :v
Sampai rumah aku langsung nggak sabar lagi buat nyobain. Cuci muka dulu, trus itu bedaknya aku hancurin sama air di wadah gitu (wadah bersih ya, please, jangan bekas gorengan). Pas percobaan pertama aku ngasih airnya kebanyakan. Jadinya encer banget gitu nggak bisa dipakai maskeran. Masker kan harus kaya pasta gitu ya biar gampang mengaplikasikannya. Akhirnya aku tambahin deh beberapa butir sampai nemuin tekstur yang oke. Nextnya ak selalu ngasih air sedikit demi sedikit. Biar nggak sampai kebanyakan. Hahaha.

Pertama kali pakai, beneran aja rasanya dingin. Sejuk gitu. Nggak salah deh kalau namanya bedak dingin. Sumpah, sejuk abis. Jerawat yang lagi panas-panasnya dan nyut-nyutan, langsung duduk tenang pas dimaskerin pakai ini. Trus kalau dibawa tiduran, ada sensasi ketarik gitu kulitnya. Terasa kencang deh. Cuma sekarang aku seringnya make masker ini sambil tak samba-sambi. Sambi nulis, sambil baca, sambil nonton film gitu, jadi nggak sambil tiduran. Padahal kalau sambil tiduran enak banget lohh. Kamu harus coba.

Aku diemin sampai kira-kira dua puluhan sampai tiga puluhan menit. Sampai kering maskernya. Oya, ini jenis masker yang kalau udah kering dan wajahmu goyang bakal crack. Jadi aku harus berusaha untuk nggak mengeluarkan ekspresi apapun. Muka datar gitu. Setelah dicuci, rasanya campuran antara keset, halus, bersih, dan segar. Dan aku jadi ketagihan maskeran pakai bedak dingin ini meskipun kadang-kadang masih males juga sih, hahaha.

Aku nggak bisa bilang bedak dingin ini yang berjasa ngilangin jerawat aku. Soalnya jerawat aku tu ilangnya berkat si medi klin. Tapi ya emang banyak faktor lah. Kan waktu itu aku juga lebih rajin bersihin muka, dan pakai sabun holy juga. Jadi jerawatku ilang berkat mereka semua. Yang jelas masker ini tuh cocok banget buat ngademin kulit. Kalau udara panas biasanya kulitku bakal ikutan panas dan dehidrasi. Dibedakin ini, jadi adem. Atau kalau aku kena debu gitu, kulit aku jadi gatel-gatel, pakai bedak dingin ini gatelnya ilang. Rasanya mau jerawatan, udah kerenyat kerenyut gitu kulitnya, pakai bedak dingin ini nggak jadi muncul jerawatnya. 

Intinya aku suka banget sama bedak dingin ini dan di kulitku enak rasanya. Ibuku aja sampai komentar “Kok kulit kamu akhirnya bisa lumayan bersih juga?” hahahaha

Repurchase?
Iya banget dong! Aku udah repurchase berkali-kali, cuy. Dan so far, so good. Aku cinta banget deh pokoknya. Laaaaafff!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Image source: The Daisy Mag
Sudah bukan rahasia lagi kalau aku menderita jerawatan sudah beberapa tahun dan itu adalah misteri yang memusingkan semua orang. Karena kalau dipikir-pikir, kalau memang produknya yang salah, aku bahkan nggak pernah pakai produk yang aneh-aneh dan apalagi berpemutih karena aku nggak kepengen putih. Aku juga rajin bersihin muka, maskeran, makan sayur, olahraga, dan minum cukup air. Terus appppaaah penyebabnya? Apppaaah, ya kerang ajaaiiib??

               Akhirnya aku belajar lagi ke perguruan tinggi acne.org dan tau nggak ilmu apa yang kudapat di halaman pertamanya? Acne is not caused by dirt. Oh, andai saja aku bisa mengatakan ini ke ibuku karena bliaw selalu menganggap aku jerawatan karena aku jorok dan kotor anaknya. “Pokoknya kamu itu menjijikkan.” 

               Terus kalau bukan karena kotoran apa dong? Ternyata, jerawat itu muncul karena ketidakseimbangan di kulit. Bisa karena hormon, minyak, dan tau nggak apa yang nggak pernah kusangka-sangka sama sekali? Over dryness. Yak, betul sekali, Maria Bellen!
Ilustrasi kulit kerinng dari 123RF


               Kalian semua kan pasti udah pernah tak ceritain soal kulitku yang ambigu kan? Jadi jerawatan, tapi di satu sisi kering banget. Jadinya pusing. Kalau pakai produk pembasmi jerawat kaya yang misalnya mengandung salicylic acid gitu pasti bakal jadi kering banget. Ternyata oh ternyata, kekeringan parah ini juga bisa menyebabkan jerawat pemirsyah. Coba bayangkan! Iya, aku shock. Jadi penyebab jerawatku selama ini ternyata karena kekeringan? 

               Setelah tak pikir-pikir lagi masuk akal sih. Over dryness selain menyebabkan kulit jadi out of balance juga menimbulkan sel kulit mati dan itu menutup pori-pori. Masuk akal kan?

               Sekarang setelah tahu penyebabnya, trus aku harus bagaimana?

               Yang jelas sih jerawatnya tetep harus dibasmi. Dulu aku pernah pakai Medi Klin dan sukses sembuh. Jadinya aku masih setia pakai Medi Klin yang terbukti bisa diandalkan untuk mengatasi jerawat yang kadang masih suka muncul satu dua kalau lagi PMS. 

Ilustrasi produk pembasmi jerawat dari vectorstock.

               Yang kedua, keseimbangan kulit harus dijaga. Kalau tadinya aku mengabaikan melembabkan karena takut jerawatnya malah jadi banyak, sekarang aku tahu kalau justru kulitku butuh dilembabkan biar seimbang. 

               Selain itu aku juga rajin pakai facial brush dan scrub biar sel kulit matinya nggak menyumbat pori-pori. Ilmu baru ini ternyata ngebantu aku untuk mengambil tindakan. Emang nggak ada ruginya yah, belajar.


               Sekarang jerawatku bener-bener udah tuntas o em geee. Tapi nggak berarti aku berhenti melakukan step-step di atas lohh. Aku masih tetep rajin. Masih selalu sedia Medi Klin meskipun jaraaang banget dipakainya. 

               Sekarang tinggal urusan bekasnya aja yang aku masih pusing. Huhuhu. Ada ide?


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Image source: Sarah What


Hello, lovelies!
Apa kabaaar? Aku sendiri kabar baik nih. Tentu saja masih tetep cantik dan awesome kaya biasanyah. *dijitak 

Oke deh, okaaaai. Nggak adil rasanya kalau cuma aku yang cantik. Cantik kok sendirian. Nggak seru. Ntar kita jadi nggak bisa berantem cantik-cantikan lagi. Berantem cantik-cantikan? Apa lagi itu? Yang gini loh:

“Kamu cantik banget deh.”
“Kamu juga.”
“Cantikan kamu, lagi.”
“Cantikan kamu, ah.”
“Kamu.”
“Kamu.”
“Kamuuuuu.”
Dan seterusnya. Sampai tahu bulat berevolusi jadi jajaran genjang. 

Ngomong mulu, Pel. Rahasianya mana? Resep, reseeep!
Hokai, pada kesempatan yang berbahagia ini aku mau bagi ritual kecantikan di pagi hari yang nggak boleh kita lewatkan begitu saja. Siap? Ini dia cara-caranya:

Minum air putih + perasan jeruk lemon

Image source: wellnesstoday.com
Biasanya kalau bangun tidur, trus kalian ngapain? Kalau aku sih yang pasti langsung pipis, teruuus … bikin kopi. -_-

Yang bener itu bangun tidur jangan langsung minum kopi ya gaes. Kopinya nanti dulu. Yang pertama dan paling utama minum air putih dulu. Fungsinya buat mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama kita bobok yah. Meskipun bobok itu keliatannya cuma baring-baring aja, tetep aja loh, banyak cairan tubuh yang terkuras. Jadi aku sekarang mulai membiasakan mengubah gaya hidup bangun tidur ku terus ngopi, menjadi bangun tidur ku minum air putih dulu.

Trus, pakai lemon Pel? Ciyus? Hehe, aku sih enggak. Way way too ribet to me.

Tapi, menurut artikel yang aku baca-baca. Minum air putih yang dicampur perasan lemon di pagi hari itu bagus banget buat tubuh lho gaes. Selain buat mendetoks racun, juga bagus buat kesehatan kulit kita. Katanya sih bisa bikin kulit jadi cerah, sehat, dan glowing gitu deeeeh.

Honey + lemon shot

Image source: Pinterest
Siapa sih yang nggak tahu madu? Semua orang pasti udah pernah minum madu lah ya. Aku sendiri suka banget sama madu. Kadang aku mikir apa jangan-jangan aku ini Winnie The Pooh ya? Tapi setelah ngaca ternyata bukan. Ternyata aku ini Margot Robbie. *dikemplang

Minum madu ini baik banget untuk menjaga stamina lohh. Aku kalau sakit ringan biasanya nggak minum obat. Minum madu aja. Dan sembuh. Biasanya dalam beberapa hari langsung baikan badannya.

Nha, Madu kalau dicampur sama perasan lemon gaes, ternyata bisa berfungsi untuk melancarkan pencernaan, menjaga sistem kekebalan tubuh, dan yang ketiga, bikin kulit jadi berkilau. Waww banget kan?

Cara bikin honey+lemon shot ini gampang banget. Ambil satu sendok makan madu organik, trus kasih perasan lemon.

Gampang kan? Mau sehat dan cantik itu nggak perlu repot-repot kok gaes.

15-30 menit olahraga untuk kulit lebih sehat dan kencang

Image source: Shutterstock
Kalau yang ini sekarang aku rutin kerjain dong. *pamer

Soalnya aku pengen punya badan bagus biar disponsorin sama bermerek-merek beach wear kalau main ke pantai. *plak

Nggak ding. Ya aku sekarang rutinin olahraga biar sehat aja. Bertahun-tahun nggak rutin olahraga badanku kaku banget. Padahal sebagai seorang pendekar, aku dituntut untuk selalu gesit dalam menghadapi musuh-musuh. Dulu aku sempet berhenti olahraga karena takut jadi kekar dan nggak cantik. Belum-belum aja udah dikatain bodi petinju. Tapi sekarang aku nggak peduli lagi. Kalau jalannya memang harus kekar biarlah kekar. Seenggaknya bodi petinju masih lebih keren daripada bodi arem-arem. Ye kaaan? Selain itu juga kalau jarang olahraga itu duuh, jadi gampang sakit-sakitan. 

Sejak aku rajin olahraga, pengaruhnya nggak cuma ke badan tapi ke kulit juga lohh. Kulit jadi lebih bersih dan nggak kusem. Mungkin karena keringetan dan bersamaan dengan keringat itu, kotoran yang nggak penting jadi ikut keluar juga. 

Semprotkan face mist atau face spray

Image source: glowpink.com
Kalau ini aku udah tahu dari jaman dahulu kala. Cuma suka kelupaan dan kadang males aja sih. Padahal face spray itu bagus banget lohh buat melembabkan kulit. Selain itu juga bisa bikin sendiri. Dan gampang aja, nggak susah-susah. Aku pernah bikin face spray dari air minum beroksigen yang tak masukin botol semprotan. Rasanya segeeeer banget. Atau bisa juga pakai air mawar yang dimasukin botol semprotan, dll. Nanti kapan-kapan aku bikin tulisan tentang diy face spray yaa. Face spray ini dipakainya setelah cuci muka dan toner. Semprotkan, biarkan mengering sendiri.


Rutin memakai serum

Image source: shutterstock

Serum ada macem-macem ya, dan memiliki fungsinya masing-masing. Ada serum pencerah, ada serum anti kerut, dll. Pakai aja sesuai kebutuhan kalian apa. Serum itu konsentrasinya lebih pekat daripada krim. Jadi dipakainya sebelum day cream. Alasan harus rutin memakai serum antara lain adalah supaya krim yang kita pakai bekerja lebih maksimal. Selain itu, serum juga lebih bisa memenuhi kebutuhan kulit kita akan nutrisi. 

Sebaiknya, jangan tunda-tunda memakai serum. Pakai dari sekarang, dan kamu akan berterima kasih nanti. *wink

Menggunakan sun block sebelum make up

Image source: 123rf.com
Ini pernah tak bahas di status. Yahh, meskipun nggak banyak yang baca status aku apalagi ngelike, ngeshare, dan ngetik amin, tetep aja hal itu tetep penting untuk kusebutin.

Sun block itu jangan dikira dipakainya kalau mau renang atau panas-panasan ke pantai aja. Dalam kehidupan sehari-hari juga kita harus senantiasa memakainya. Kenapa? Karena sun block bisa menangkal kejahatan sinar matahari yang bisa menimbulkan masalah seperti bintik-bintik, flek hitam, dan kerutan. Jaman sekarang produk-produk make up kaya bedak dan foundation udah banyak yang mengandung SPF sih. Cuma dilihat-lihat lagi, kandungannya SPF berapa? Sudah cukup untuk kebutuhan kamu belum?

Sun block dipakainya nggak hanya di muka ya. Tapi juga di leher, daun telinga, tengkuk, punggung tangan, dan kulit terbuka lainnya. Semakin kamu nggak melupakan step yang satu ini, makin awet muda kelihatannya. Nggak percaya? Coba tes di punggung tangan kamu. Yang satu rutin pakai sun block, yang satu nggak usah, dan lihat perbedaannya! *nada teror penuh ancaman

Heuuuft, selesai juga nulisnya. Aslinya simple dan mungkin kalian semua juga udah tahu yah? Hahaha. Yaa enggak apa-apa sih. Yang penting niatnya berbagi kan? Aku baik kan? Kan? Kan? Kaaaan?

Akhir kata, selamat mencoba bagi yang belum pernah, dan selamat melanjutkan bagi yang sudah tiap hari kaya gitu. Hehehe. 

Eh, btw, kalau kalian punya jurus tambahan untuk dilakukan di pagi hari, bagi-bagi jurusnya di kolom komentar yaa. 

Makasih udah baca,
Gudbyeeeeee! :*
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me


Hello!
My name is Isthar Pelle.
I started blogging out of hobbies and I feel so grateful that I am able to help people who read my posts.
If you have anything to say, please feel free to leave comments or contact me through my socials!

Thank you so much!
Xo,
Isthar Pelle

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube

Categories

  • Acne (6)
  • Artikel (14)
  • Beauty Trick (3)
  • DIY (3)
  • Hair (2)
  • Health (4)
  • Review (21)
  • Tips (11)

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • April 2021 (1)
  • Februari 2019 (1)
  • Januari 2019 (1)
  • November 2018 (1)
  • Oktober 2018 (3)
  • April 2018 (2)
  • Februari 2018 (2)
  • Januari 2018 (1)
  • Agustus 2017 (6)
  • Juli 2017 (5)
  • Maret 2017 (1)
  • Januari 2017 (1)
  • Desember 2016 (4)
  • September 2016 (3)
  • Juli 2016 (5)
  • September 2015 (1)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates