Diberdayakan oleh Blogger.
YouTube facebook twitter instagram Email

Mad Belbie



Image source: iStock


Kulit sehat, kulit sehat, kulit sehat. Aku nggak minta banyak kok, Tuhan. Aku nggak minta mukaku berubah jadi kaya Barbie dalam waktu semalam. Aku nggak minta putih kaya artis Korea. Permintaanku sederhana: kulit sehat. Gapapa item yang penting sehat. Is that too much to ask? 

Hai, gengs! Di antara kalian adakah yang merasakan penderitaan serupa denganku? Pengen kulit sehat aja kok berasa minta roket buat dipakai ngapel ke bulan. Susaaaaaah. Sebenarnya, kaya yang sering aku ceritain, kulit tubuhku sih baik-baik aja. Yang bikin pening itu kulit wajah. Gimana sih ini, kok nggak bersih-bersih. Aku sempat berpikir kayaknya satu-satunya jalan emang harus berobat ke dokter deh. Kalau enggak ke klinik kecantikan yang mahal-mahal itu. Ini sebenarnya sudah jadi perdebatan lawas antara diriku melawan diriku sendiri. Ke klinik nggak ya, ke klinik nggak ya? Tapi sisi diriku yang pelit selalu menang. Mending duitnya neng pakai buat beli buku kak, biar pinter. Tapi kulit sehatnya gimana?

Akhirnya bermodal kuota untuk ngebrowsing (yang pastinya jauuuuh lebih murah ketimbang buat ke klinik), aku menemukan harta karun. Sepuluh rahasia kulit sehat yang bakal bikin kita, ciwi-ciwi manis tapi pelit ini nggak usah ngeluarin duit banyak-banyak buat ke klinik atau dokter kulit. Beberapa poinnya klise dan pasti udah banyak yang udah tahu. Udah sering aku bahas juga. Tapi beberapa aku malah baru tahu. 

Jadi apa aja coba, sepuluh rahasia kulit cantik itu?

Double Cleanse

Image source: Dreamstime


Yes, aku udah sering bilang. Double cleanse gaes. At least dua kali sehari. Aku melakukannya? Of course, I did it every day. Yang aku nggak tahu adalah, aku melakukannya dengan urutan yang salaaaaaah. Biasanya aku kalau habis pulang aktivitas gitu, cuci muka dulu dengan alasan biar langsung bersih, baru habis itu pakai cleanser buat ngangkat sisa kotorannya. Which is wrong! Bersihin muka langsung pakai sabun sebelum pakai pembersih itu cuma ngasih kita perasaan bersih bohongan. Kayaknya sih bersih. Padahal malah mendorong kotoran masuk lebih jauh ke pori-pori. Idiiih, pantesan eike jerawatan cyiiiin.

Jadi urutan yang bener adalah pembersih dulu. Angkat semua kotoran dan make up baik dengan milk cleanser, make up remover, atau micellar water, terserah kamu cocoknya yang mana. Habis itu baru cuci muka pakai sabun yang lembut. Gitu! Baiklah, mulai hari ini aku insyaf dan mengubah urutannya. Gila yah gengs, cuma salah urutan bisa bikin jerawatan. *nangis tersedu-sedu

Pakai Toner

 
Image cource: depositphotos

Kalau kulit udah bersih, pakai toner. Toner itu fungsinya antara lain meringkas pori-pori, mengunci kelembaban kulit, dan yang paling pasti adalah menyiapkan kulit untuk menerima pinangan pelembab. Jadi kalau udah pakai toner, pelembab yang kamu pakai bakal jadi lebih nampol gituuuh. 

Pelembab

Image source: goldengateobgyn
Ah, this is too obvious, Pel. Haha. Bener juga. Kalau udah siap kulitnya ya segera dilamar dipakaiin pelembab doong. Pelembab ini harus selalu dipakai, baik kalian mau kencan maupun menghabiskan malam minggu yang menyedihkan nonton drakor sendirian di kosan. Nggak boleh dibeda-bedain ya. Jangan mentang-mentang jomblo trus males pakai pelembab. Jomblo aja sudah susah. Apalagi tambah kulit kusem?

Mengurangi Kafein

Image source: pinterest.
Oooooh, puja dewa kopiiii! Aku nggak bisa, nggak bisa, nggak bisaaaaaa! Tolong langkah yang satu ini boleh diganti nggak? Sayangnya enggak gengs. Ini memang satu kenyataan yang menyakitkan penggemar kopi di manapun berada. Bahkan aku yang level minum kopinya baru sebatas peminum kopi sachetan pun rasanya pengen mengajukan banding. Tapi yaah, untung saja sih di sini keterangannya mengurangi aja kok, nggak yang bener-bener putus hubungan. 

Btw, kenapa sih Pel kok harus mengurangi kafein? Karenaaaaa, kafein itu bikin kulit jadi kering (pantesan kulit aku kering byaaanget). Dan kulit kering kalau dibiarin lama-lama bisa jadi kerutan (OH NO!) atau kalau di kasusku, over dryness menyebabkan jerawat. Baiklah kalau begitu. Saya pramuka Indonesia, dengan ini berjanji akan mengurangi kafein. Dan oh yaaa, pastikan kamu minum dua gelas air putih untuk setiap cangkir kopi yang kamu minum yes. Ini untuk memastikan sisa kafein dikeluarin secara sempurna dari sistem tubuh. Okai okai okai?

Mengurangi Gula

Image source: wikihow
Konon, gula itu sudah menjadi semacam kokain buat generasi kita. Bikin kecanduan, dan sialnya ada di mana-mana. Coba, makanan apa coba yang nggak mengandung gula? FYI, kebanyakan gula itu selain bisa menyebabkan kegemukan juga meningkatkan gula darah yang bisa menyebabkan inflamasi, merusak kolagen dan elastisistas kulit, menyebabkan jerawat, dan rosasea. I know, I know. Aku juga terpukau pas pertama kali baca fakta menggiriskan itu. Jadi masih mau konsumsi banyak-banyak gula? Kelar idup lo! 

Aku sih udah sejak agak lama mulai mengurangi. Mengurangi ya sekali lagi. Kalau misalnya biasanya bikin kopi gulanya dua sendok, aku kurangi jadi satu tiga perempat (ganiat -_-). Nggak ding, rada banyak lah aku menguranginya. Dan efeknya sudah lumayan banyak kurasakan. Contoh realnya, dulu aku sama Ibing itu peminum soda berat. Tiap hari minum soda, dan kalian tahu kan, minuman bersoda itu gulanya banyak bangeeet? Dulu aku ngerasa biasa-biasa aja, tapi setelah lamaaaa nggak minum soda dan lamaaaa mengurangi gula, sekalinya minum soda aku terkaget-kaget karena astagaaaa, manis banget ternyata. Jenis manis yang bikin pusing. Sekarang sih daripada minum soda, mending aku pandangin senyum manis kamu ajah. 

Minum Air

Image source: meditoall
Ini sih nggak usah ditanya. Aku minum itu banyak banget seharinya. Bukan karena mengikuti anjuran kesehatan, bla bla, bla, tapi simply karena aku gampang haus anaknya. Hahaha. Jadinya minuuuuuum terus. Anehnya, sekalipun aku minum terus, kaya nggak ngaruh gitu ke kulit. Soalnya aku juga pipis terus. Jadi airnya cuma kaya lewat-lewat aja gitu. Makanya kulit aku tetep aja kering.

Padahal ya, seharusnya, kalau yang sistem tubuhnya itu normal, minum air putih bisa membantu kulit jadi bersih, lembab, dan glowing lohh. Selain itu, minum cukup air juga membantu menjaga ikatan kolagen dalam kulit, gengs! Jadi jangan sampai kekurangan asupan air yah. Udah cukup kekurangan kasih sayang aja. Kekurangan air, jangan. 

Masker Alami

Image source: shutterstock.
Terus terang, aku anaknya terlalu malas kalau tiap kali mau maskeran harus bikin-bikin dulu, ngaduk bahan ini itu. Jadi aku kalau maskeran ya pakai yang udah jadi aja. Praktis. Yang penting aku pastiin kalau bahan-bahannya alami juga doooong. 

Tapiii kalau kalian anaknya nggak malesan kaya aku, mending bikin masker sendiri. Udah jelas alami, lebih sehat, lebih hemat. Ya kan ya kan? Banyak sih, resep masker alami. Tapi yang paling gampang itu pakai madu (madu murni lhoo ya, jangan yang campuran). Kenapa madu? Karena madu itu mengandung anti bakteri, bisa melembabkan, melembutkan, dan memberi efek glowing. Selain itu sih ada banyak bahan di dapur yang bisa dijadiin masker. Tergantung kebutuhan kulit kalian apa. Yang penting jangan LPG kalian jadiin masker. Aku nggak ngajarin lho ya. 

Vitamin / Suplemen

Image source: Dailymotion
Aku juga termasuk anak yang malas minum vitamin. Paling banter aku minum Sangobion. Itupun kalau udah bener-bener nggak tahan pusing akibat sakaw darah. 

Sebenarnya, konsumsi vitamin ini untuk memenuhi kebutuhan vitamin aja kok. Kalau misal makanan kalian sehari-hari sudah memberikan asupan vitamin yang cukup ya udah, nggak usah nambah vitamin enggak apa-apa. 

Bagi kalian yang pengen konsumsi vitamin tapi bingung kira-kira apa, aku sering baca kalau ekstrak kulit manggis itu bagus baanget buat kulit. Iyaaa, I know, ada produk yang iklannya gitu banget. Tapi di balik iklan yang gaje dan bully-able itu, ada produk yang emang bagus. Don’t judge a supplement by its theme song, gaes!

Olahraga

Image source: shutterstock
Kulit adalah organ hidup. Kulit memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh kita. Antara lain adalah pembuangan racun melalui keringat. Makanya olahraga itu penting gengs. Selain bikin kita jadi keringetan, olahraga juga melatih kulit biar tetep lentur, elastis, dan kencang. Selain membantu kerja kulit dalam mengeluarkan toksin, olahraga juga bisa mengurangi stress. Stress kan bisa menyebabkan jerawat dan garis halus gaes. Nggak harus berat-berat kok. Yang penting rutin. Makanya mulai besok coba lari tiap sore. Siapa tahu ketemu mamas-mamas tampan yang lagi butuh dipuk-puk.

Facial

Image source: taylorfacialsandwaxing.com
Facial ini gunanya untuk membantu regenerasi kulit. Tapi khusus untuk langkah yang satu ini aku saranin pakai jasa professional deh. Enggak terlalu mahal kan kalau cuma facial aja? Kenapa pakai jasa professional? Ya biar bener-bener bersih dan nggak asal-asalan, kecuali kamu pernah dapet pelatihan facial, jadi bisa facial sendiri, itu baru nggak masalah.

Yuk, Pel, main facial-facial-an. Ha mbok ayo! Kamu jadi tukangnya yang ngefacial, aku jadi kasir yaa. :D
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



               Semua beauty blogger bijak manapun pasti akan jawab dengan nay nay naaaay, absolutely nay! Produk bayi itu diformulasikan khusus untuk bayi. Kulit dewasa kebutuhannya sudah beda lagi, dan bla bla bla. 

               Aku paham itu sepenuhnya. Tapi di postingan kali ini aku justru mau cerita soal produk bayi yang aku pakai sehari-hari. Kenapa? Pertama, karena seperti yang udah sering kusinggung di mana-mana, kulitku itu sensitif. Baperan gitu. Tersinggungan. Apa-apa dilaporin polisi dan menyebabkanku mendapatkan hukuman jerawat. Kedua, produk bayi yang aku pakai ternyata memberikan lebih banyak manfaat ketimbang mudharat. Ketiga, ya karena aku ngeyelan aja sih anaknya. :v

               Sebenarnya aku pakai tiga macam produk bayi. Sabun bayi buat cuci muka (selang seling sama sabun Holly karena kalau pakai sabun Holly aja niscaya kulitku akan kekeringan), bedak bayi, sama lotion bayi. Tapi kali ini aku cuma mau ngebahas bedak sama lotionnya aja. Kenapa? Karena sabun bayinya udah sering aku bahas (kalau nggak salah ingat sih). Kedua, yang aku foto cuma dua itu. Hihihi.

Johnson Baby Powder

               Aku udah pakai ini lamaa banget. sebelum pakai Johnson biasanya aku pakai Cusson dan sebenernya nggak ada masalah. Cuma aku ganti Johnson ini karena aku suka sama wangi blossomnya. Wangiii banget. Enak deh wanginya. Kissable. Jadi kaya enak gitu buat dipeluk, disayang-sayang. Dan aku nggak pakai ini buat muka sih. Muka aku jarang bedakan. Paling kalau keluar pakai BB cream trus tap-tap compact powder dikit. 

               Trus bedak ini buat apa dong? Buat di badan. Kalau habis mandi gitu, aku seneng banget deh wanginya. Sama badan jadi kerasa nyaman gitu, hemmm. Sama satu lagi, aku nggak tau sih beneran ada hubungannya apa enggak, tapi kalau pakai ini aku jadi nggak gampang gatel-gatel (yah, klean tau kan, aku suka gampang gatel gitu kulitnya). 

               Manfaat lainnya kadang kalau pas main gitu, keringetan, rambut lepek, dan nggak sempet keramas, suka aku pakai di rambut sebagai pengganti dry shampoo, lol. And it works so well. Lepek minggat, rambut wangiiii. 

               So far, ini masih jadi bedak bayi favoritku dan masih belum pengen ganti merek maupun varian lain.

Johnson Baby Lotion

               Beli ini nggak yang niat gitu tadinya. Jadi ceritanya gini, beberapa waktu yang lalu, kulitku berulah. Nggak tau kenapa, mungkin karena cuaca, mendadak kulitku jadi keriiiiing banget. Mungkin juga karena aku biasa pakai peel off masknya Oriflame yang Love Nature Grape dan udah beberapa lama ini kehabisan juga kali yah. Itu masker kan fungsinya melembapkan kulit kering. Harus repurchase nih. 

Pokoknya kulitku kemarin itu keriiiing banget nget. Pelembap kebanggaanku si Home Snow nggak mempan sama sekali. Plus, kalau malam kan aku nggak punya night cream. Jadi paling cuma cuci muka sama pakai toner aja gitu.

               Gara-gara kulit yang mengering ini, garis-garis ekspresi di muka itu jadi kelihatan jelas banget. Kaya ngebekas gitu. Terutama di dahi sama garis senyum. Dan klean tahu apaaa? Aku jadi kelihatan tua kaya nenek-nenek. Huhuhu. Panik dong, gaes. Panik banget. Tiap kali ngaca aku nangis-nangis palsu sambil mengeluh ke Ibing “Aku kaya orang tuaaa, huhuhu.” 
 
Aku nyari foto yang keliatan banget keringnya nggak nemu. Kalau pas lagi jelek kaya gitu aku mana berani foto-foto yaelaaah. Paling kalau foto juga pakai filter. #AkuPenuhKepalsuan Jadi ini satu-satunya foto yang rada keliatan tuanya. Kaya nenek-nenek kan?
               Trus emang aku ada niat nyari pelembap untuk menyelamatkan kemudaanku. Tapi kulitku itu kan pemilih banget. Pusing juga, mau milih produk dewasa apa ya? Takutnya malah break out. Kan sayang, secara jerawat udah teratasi. Udah gitu malesnya lagi kalau sudahlah bikin break out, harga produknya mahal pula. Pasti membakar api dendam deh. Trus aku mikir keras. 

               Pas lagi belanja gitu baru aku kepikiran “Gimana kalau pakai produk bayi aja ya?” kan hypoallergenic tuh, jadi aman buat kulitku yang alergian. Tapi kaaaan baby cream itu bahan-bahannya comedogenic banget. Bahkan aku baca-baca ada yang ingredientsnya itu mengandung beeswax. Udah pasti bakal jadi jerawat. Udah pasti banget, aku nggak cocok. Pas pindah ke rak sebelahnya …, aha! Baby lotion!

               Pertama, karena dia lotion, jadi konsistensinya nggak seberat cream. Trus aku baca ingredientsnya ternyata dia water based. Bahan kedua setelah air adalah glycerin yang fungsinya memang untuk melembapkan. Bahan-bahan lainnya … aku nggak ngerti deh itu gunanya apa. Jangan-jangan ada yang bikin nggak bagus juga ya? Hahahah. Kasi tau dong gaes, itu bahan sebenernya fungsinya buat apa aja yaa? Please, help me understand.


               Trus akhirnya jadi aku ambil karena harganya murah. Wkwkwk. Sepuluh ribu masih kembalian 200 rupiah. Ukuran 100 ml lohh gengs. 

               Kalau Johnson baby powder itu baunya wangi banget, kalau ini nggak terlalu ada baunya. Ada sih, tapi aku susah menjelaskannya. Nggak terlalu wangi, nggak terlalu lucu. Malah kaya ada aroma kelapanya gitu meskipun di bahannya kaya nggak tertulis minyak kelapa. Atau sebenernya ada cuma akunya nggak tau aja yang mana karena nggak mudeng istilah? Hahaha. 

               Malamnya aku langsung pakai sebelum tidur. Dan aku jatuh cinta pada sentuhan pertama. Meskipun lotion, tapi teksturnya kental banget cenderung creamy. Nggak sepadat cream sih. Licin tapi nggak terlalu licin. Agak lama meresapnya tapi nggak ada kesan pliket sama sekali udahannya. Pliket itu istilah buat lengket-lengket gitu. 



               Trus kulit beneran jadi halus dan lembap. Pas itu saking keringnya kan sampai banyak, banyaaaaak banget dry patch yang bikin aku meringis sedih. Pas baru sekali pakai belum kelihatan banget ilang sih, tapi dry patch menghilang total setelah aku pakai selama tiga hari. 

               Karena nggak ada petunjuk cara pakai buat kulit muka dewasa, jadi aku ngarang-ngarang sendiri ala-ala pakai skin care high end. Wkwkwk. Pertama, aku keluarkan di telapak tangan, aku hangatkan dengan cara menggosoknya (dulu aku pernah pakai skin care yang cara pakainya seperti ini), trus pijetin ke muka deh. Agak lama sampai benar-benar meresap. Habis itu aku tap-tap pakai teknik hujan rintik-rintik. Ah, itu loh, ditap-tap pakai jari-jari tangan dengan kecepatan rada cepat (apa banget ini kalimat :v). Setelah meresap semua, aku tangkup muka pakai telapak tangan selama kurleb 20 detik. 

               Ternyata cara ngawur itu bekerja dengan sangat sangat sangat baik. Selain dry patch yang lenyap, garis ekspresi nggak keliatan lagi, kulitku jadi halus kaya kulit bayi, teksturnya membaik, jadi lembap, kenyal, dan glowing. O em geeee. Aku terpesona banget sama kulit mukaku sendiri. Seumur-umur aku belum pernah mengalami kulit yang glowing sehat kaya gini. Kulitku yang memang overdry cenderung kusam setiap saat setiap waktu. Dulu kalaupun lembap karena pakai moisturizer, pasti glowingnya glowing pliket alias berminyak. Tapi ini enggaaaaak. Glowing tapi enggak berminyak sama sekali. 
 
Tiga hari pemakaian nih. Ini muka cuma cuci muka doang nggak pakai apa-apa. Belum begitu keliatan glowing tapi udah keliatan sehat. Sampai merona alami gitu. Yang kenal aku dari masa lalu pasti tahu betapa membanggakannya kondisi kulitku sekarang ini. Btw, kalau mau lihat kulitku yang sekarang lihat aja upload-an baru di FB noh. Sekarang aku udah nggak pernah pakai filter atau edit-edit photoshop lagi. #TakLagiPalsu
               Side effect lain yang nggak kuharapkan malah kulitku jadi cerah. Serius! Bahkan Ibing juga komentar sekarang kulitku bagus kaya belbi, katanya. Bahkan bekas jerawat ice picks yang mengerikan banyaknya juga ikutan memudar. Serius! Aneh ya, padahal kan ini produk bayi, mana mungkin ada pencerahnya coba? Yang bikin jadi cerah itu apanya jal? 

               Karena sebenernya aku nggak pengen putih dan ini efek yang nggak kuharapkan, aku sempet panik. Lha ntar kalau jadi belang gimana? Akibatnya, buat mengimbangi, aku pakai juga lotion ini ke seluruh leher dan dada (yang luas itu) biar kalaupun jadi cerah, cerahnya rata nggak kaya topeng. Trus aku pakai lotion pencerah buat kulit badan sama rajin luluran. Ya apa boleh buat, daripada belang kan? Lagian cerahnya nggak gawat banget kok, nggak yang jadi putih pucet kaya vampir. Cuma cerah aja gitu, cerah banget. Mungkin karena sehat yak, kusemnya ilang, jadi keluar warna kulit aslinya. 

               Nggak yang jadi putiiiih banget juga. Soalnya pada dasarnya warna kulitku kan emang coklat. Mustahil bisa jadi putih kecuali oplas atau suntik putih. Heuheuheu. Kalaupun ntar lama-lama jadi makin putih ya tinggal main panasan lagi aja. Gampang. 

               Aku cintaaaaa banget sama lotion ini. Mau pakai ini terus, nggak mau ganti-ganti lagi. Go ahead, judge me! Aku nggak peduli. Udah cinta buta lah. Seumur hidup aku belum pernah punya kulit sebagus ini. Sekalipun pakai skin care branded yang harganya lumayan mahal. Kalaupun memakai produk bayi ini salah di kaidah ilmu kecantikan, aku nggak mau jadi benar. :v

Disclaimer:

Review ini jujur, apa adanya. Ini bukan paid post (kaya ada aja yang mau ngasih job paid review, huhu). Trus juga cocok di aku, belum tentu cocok di klean. Kalau kalian punya masalah kulit sensitif juga, ada baiknya konsultasi ke dokter kulit sebelum coba-coba eyaaa. 

Tambahan:

Meskipun produk yang aku bahas kali ini dari Johnson semua, tapi nggak semua produk Johnson cocok di aku lohh. Pakai sabunnya malah nggak cocok sama sekali. Sabun bayi yang cocok di aku cuma Zwitsal.

               Udah ah, gitu aja. Habis ini mau ngereview produk lain. Ciyeee, gaya. Thank you so much for reading. Mwachh! :*
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar


 
Image from elitedaily.com
Cewek dan jalan-jalan. Oh geeeez, aku bingung mau posting tulisan ini di mana. Di blog kecantikan apa di blog jalan-jalan? Tapi akhirnya aku memutuskan untuk mempostingnya di sini karena kalau di blog Madventura takutnya malah jadi out of topic. Kalau di sini kaaan nanti kemungkinan malah bakal jadi series tips-tips kecantikan lainnya, yes? Amiin. 

Namanya aja jalan-jalan. Sudah pasti melibatkan acara berhadap-hadapan dengan jalanan yang penuh dengan debu dan polusi yang nakalnya nggilani. 

Bukan masalah biar cantik, naaay. Lebih karena biar sehat aja gitu kulitnya. Sekarang bayangin deh. Di jalanan, kena debu dan polusi, kepanasan matahari. Itu bisa bikin kulit kusem, cepet tua, dan masalah kulit lainnya kalau enggak dirawat.

Lhaa makanya aku berbaik hati nih, ngasih tips kecantikan buat kamu yang hobi jalan-jalan. Terutama yang jalan-jalannya itu model mbolang pakai motor atau kendaraan umum dan panas-panasan yes. Kalau yang jenis jalan-jalan manjhaa naik mobil berAC trus udahannya nongkrong di mall sama di kapeh-kapeh sih nggak termasuk.

Pakai Masker


Maksudnya masker kain yang dipakai pas naik motor itu lho, bukan masker bengkoang. Kenapa? Ya biar muka kita yang cantik ini terlindung dari kejamnya pasukan debu gila lah. Sama pasukan polusi ngamuk juga. 

Masker kaya gini juga kan banyak yang lucu-lucu kan sekarang? Punyaku aja gambarnya Hello Kitty (nggak usah bilang-bilang). Selain melindungi kulit, masker kain kaya gini juga melindungi pernafasan gaes. Jadi selain buat kecantikan, ini juga semacam standar keamanan motoran gitu kan ya?

Sun Block
Order? Line: istharpelle

Sun block, sun block, sun block. Tuh, sampai tak tulis tiga kali kan? Kalian semua tahu artinya apa. Itu artinya saking wajibnya benda yang satu ini. Sun block is a must.

Why? Ya untuk melindungin kulit kita dari bahaya sinar matahari dong, dan bukannya biar putih. Sampai detik ini aku masih sering ketemu orang yang menganggap kalau pemakaian sun block itu hanyalah semacam kecentilan biar nggak item.

“Manja amat sih, pakai sun block segala.”
Bukan itu! Sun block tuh tujuannya bukan biar kulit nggak item, tapi biar kulit nggak terbakar. 

Aku nggak masalah sama warna kulit item. Seneng malah. Tapi kulit terbakar? No! Kalian yang punya kulit gampang terbakar pasti mengerti perasaanku kan? Perih, kak. 

Belum lagi efek sinar UV yang jahat itu. Makanya sun block ituh barang wajib. Kalaupun nggak ada sun block ya pakai lotion yang SPFnya minimal 30 lah ya. Aku sendiri selalu reapply tiap beberapa waktu sekali. Soalnya kulitku gampang banget terbakarnya.

Foundation/ BB Cream
Order? Line: istharpelle

Lah, ngapain? I know, ini pasti terdengar aneh (dan sekali lagi centil mungkin).

Tapi aku yakinkan kalian ya, poin yang satu ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk centil-centilan “Biar kalau ketemu mamas ganteng jombloh kulit kita terlihat halus rata sempurnah,” bukan itu. 

Melainkan ini: biar selama di jalan, kalau ada pasukan debu gila yang berhasil menembus pertahanan masker kain, debunya nggak langsung menyerang kulit, tapi menempel di foundie. Nantinya ketika itu foundie kita bersihkan, debunya ikut lari juga. Gitu lho.

Tentu saja harus dibarengi dengan langkah membersihkan wajah sesegera mungkin setelah selesai jalan-jalan lah. Ingaat, cara membersihkan muka yang benar itu pakai make up remover first (atau pembersih kesukaan kalian terserah), facial wash later. Jangan kebalik. Aduuh, aku juga nggak akan jelasin detil soal itu di sini, bisa panjang nanti. Nanti aku ceritain di postingan lain yes. 

Lip Balm
Order? Line: istharpelle

Lip balm juga maha penting buat melindungi bibir. Menjaganya tetap lembab, nggak kering dan apalagi sampai retak pecah (oh no!). Pilih yang mengandung SPF juga jangan lupa.

After Care

Kalau selama main kalian mau dandan atau nggak dandan itu terserah kalian saja. Yang penting itu udahannya. Begitu pulang, jangan lewatkan perawatan. Scrubbing buat ngangkat daki, eh kotoran dan sel kulit mati, trus maskeran, untuk mengembalikan vitalitas kulit yang mungkin agak terganggu selama perjalanan.
 
Order? Line: istharpelle
Kalau misalnya kalian jalan-jalannya itu lama, beberapa hari gitu, bisa juga sangu masker siap pakai (yang udah bisa langsung pakai tanpa harus ngaduk-ngaduk dulu gitu maksudnya biar nggak ribet) untuk dipakai pas istirahat malem. Kaya Pure Skin sachet scrub/ masker yang praktis banget itu lohh.

Catatan MadBelbie

          Nggak usah dandan yang terlalu lebay dan kumplit lah kalau mbolang. Kadang aku ketemu mbak-mbak itu yang dandannya aduhai menor sekali. Bahkan pakai bulu mata palsu segala. Outfitnya maxi skirt bahan siffon dan pakai wedges.

          Iya, kalau buat jalan di mall, nonton, nyore ngeteh di kapeh sambil baca buku sih itu cakep, cantik sekali. Tapiii, aku ketemu mbak yang kaya gitu itu di mana jal? Di air terjun. Yang medannya itu melibatkan jalan setapak nanjak licin berlumpur. Akibatnya ya pacarnya si embak jadi bawain wedgesnya (yang 9 cm itu) karena si embak sibuk nyincing roknya yang sudah terlanjur kotor kena lumpur dan basah.

          I knoooow, aku juga bukan jagoan fashion yang tampil modis setiap saat, tapi seenggaknya kan bisa lah ya menempatkan diri. Main ke mana, pakai bajunya apah. Untung sih aku mainnya di kebon mulu palingan. Pakai kaos sama celana aja jadi, jendral. lol

Oke ya? Eh, udah, segitu aja? Iya, nggak usah banyak-banyak. Yang perlu digarisbawahi dari tips kecantikan buat cewek traveler ini cuma ada dua sebenernya: perlindungan dan kebersihan. Udah, itu aja. 

Kalau ada yang mau nambahin boleh lho yuk, bagi-bagi tipsnya.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me


Hello!
My name is Isthar Pelle.
I started blogging out of hobbies and I feel so grateful that I am able to help people who read my posts.
If you have anything to say, please feel free to leave comments or contact me through my socials!

Thank you so much!
Xo,
Isthar Pelle

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube

Categories

  • Acne (6)
  • Artikel (14)
  • Beauty Trick (3)
  • DIY (3)
  • Hair (2)
  • Health (4)
  • Review (21)
  • Tips (11)

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • April 2021 (1)
  • Februari 2019 (1)
  • Januari 2019 (1)
  • November 2018 (1)
  • Oktober 2018 (3)
  • April 2018 (2)
  • Februari 2018 (2)
  • Januari 2018 (1)
  • Agustus 2017 (6)
  • Juli 2017 (5)
  • Maret 2017 (1)
  • Januari 2017 (1)
  • Desember 2016 (4)
  • September 2016 (3)
  • Juli 2016 (5)
  • September 2015 (1)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates