Produk Bayi untuk Kulit Dewasa: Yay or Nay?

by - Juli 06, 2017




               Semua beauty blogger bijak manapun pasti akan jawab dengan nay nay naaaay, absolutely nay! Produk bayi itu diformulasikan khusus untuk bayi. Kulit dewasa kebutuhannya sudah beda lagi, dan bla bla bla. 

               Aku paham itu sepenuhnya. Tapi di postingan kali ini aku justru mau cerita soal produk bayi yang aku pakai sehari-hari. Kenapa? Pertama, karena seperti yang udah sering kusinggung di mana-mana, kulitku itu sensitif. Baperan gitu. Tersinggungan. Apa-apa dilaporin polisi dan menyebabkanku mendapatkan hukuman jerawat. Kedua, produk bayi yang aku pakai ternyata memberikan lebih banyak manfaat ketimbang mudharat. Ketiga, ya karena aku ngeyelan aja sih anaknya. :v

               Sebenarnya aku pakai tiga macam produk bayi. Sabun bayi buat cuci muka (selang seling sama sabun Holly karena kalau pakai sabun Holly aja niscaya kulitku akan kekeringan), bedak bayi, sama lotion bayi. Tapi kali ini aku cuma mau ngebahas bedak sama lotionnya aja. Kenapa? Karena sabun bayinya udah sering aku bahas (kalau nggak salah ingat sih). Kedua, yang aku foto cuma dua itu. Hihihi.

Johnson Baby Powder

               Aku udah pakai ini lamaa banget. sebelum pakai Johnson biasanya aku pakai Cusson dan sebenernya nggak ada masalah. Cuma aku ganti Johnson ini karena aku suka sama wangi blossomnya. Wangiii banget. Enak deh wanginya. Kissable. Jadi kaya enak gitu buat dipeluk, disayang-sayang. Dan aku nggak pakai ini buat muka sih. Muka aku jarang bedakan. Paling kalau keluar pakai BB cream trus tap-tap compact powder dikit. 

               Trus bedak ini buat apa dong? Buat di badan. Kalau habis mandi gitu, aku seneng banget deh wanginya. Sama badan jadi kerasa nyaman gitu, hemmm. Sama satu lagi, aku nggak tau sih beneran ada hubungannya apa enggak, tapi kalau pakai ini aku jadi nggak gampang gatel-gatel (yah, klean tau kan, aku suka gampang gatel gitu kulitnya). 

               Manfaat lainnya kadang kalau pas main gitu, keringetan, rambut lepek, dan nggak sempet keramas, suka aku pakai di rambut sebagai pengganti dry shampoo, lol. And it works so well. Lepek minggat, rambut wangiiii. 

               So far, ini masih jadi bedak bayi favoritku dan masih belum pengen ganti merek maupun varian lain.

Johnson Baby Lotion

               Beli ini nggak yang niat gitu tadinya. Jadi ceritanya gini, beberapa waktu yang lalu, kulitku berulah. Nggak tau kenapa, mungkin karena cuaca, mendadak kulitku jadi keriiiiing banget. Mungkin juga karena aku biasa pakai peel off masknya Oriflame yang Love Nature Grape dan udah beberapa lama ini kehabisan juga kali yah. Itu masker kan fungsinya melembapkan kulit kering. Harus repurchase nih. 

Pokoknya kulitku kemarin itu keriiiing banget nget. Pelembap kebanggaanku si Home Snow nggak mempan sama sekali. Plus, kalau malam kan aku nggak punya night cream. Jadi paling cuma cuci muka sama pakai toner aja gitu.

               Gara-gara kulit yang mengering ini, garis-garis ekspresi di muka itu jadi kelihatan jelas banget. Kaya ngebekas gitu. Terutama di dahi sama garis senyum. Dan klean tahu apaaa? Aku jadi kelihatan tua kaya nenek-nenek. Huhuhu. Panik dong, gaes. Panik banget. Tiap kali ngaca aku nangis-nangis palsu sambil mengeluh ke Ibing “Aku kaya orang tuaaa, huhuhu.” 
 
Aku nyari foto yang keliatan banget keringnya nggak nemu. Kalau pas lagi jelek kaya gitu aku mana berani foto-foto yaelaaah. Paling kalau foto juga pakai filter. #AkuPenuhKepalsuan Jadi ini satu-satunya foto yang rada keliatan tuanya. Kaya nenek-nenek kan?
               Trus emang aku ada niat nyari pelembap untuk menyelamatkan kemudaanku. Tapi kulitku itu kan pemilih banget. Pusing juga, mau milih produk dewasa apa ya? Takutnya malah break out. Kan sayang, secara jerawat udah teratasi. Udah gitu malesnya lagi kalau sudahlah bikin break out, harga produknya mahal pula. Pasti membakar api dendam deh. Trus aku mikir keras. 

               Pas lagi belanja gitu baru aku kepikiran “Gimana kalau pakai produk bayi aja ya?” kan hypoallergenic tuh, jadi aman buat kulitku yang alergian. Tapi kaaaan baby cream itu bahan-bahannya comedogenic banget. Bahkan aku baca-baca ada yang ingredientsnya itu mengandung beeswax. Udah pasti bakal jadi jerawat. Udah pasti banget, aku nggak cocok. Pas pindah ke rak sebelahnya …, aha! Baby lotion!

               Pertama, karena dia lotion, jadi konsistensinya nggak seberat cream. Trus aku baca ingredientsnya ternyata dia water based. Bahan kedua setelah air adalah glycerin yang fungsinya memang untuk melembapkan. Bahan-bahan lainnya … aku nggak ngerti deh itu gunanya apa. Jangan-jangan ada yang bikin nggak bagus juga ya? Hahahah. Kasi tau dong gaes, itu bahan sebenernya fungsinya buat apa aja yaa? Please, help me understand.


               Trus akhirnya jadi aku ambil karena harganya murah. Wkwkwk. Sepuluh ribu masih kembalian 200 rupiah. Ukuran 100 ml lohh gengs. 

               Kalau Johnson baby powder itu baunya wangi banget, kalau ini nggak terlalu ada baunya. Ada sih, tapi aku susah menjelaskannya. Nggak terlalu wangi, nggak terlalu lucu. Malah kaya ada aroma kelapanya gitu meskipun di bahannya kaya nggak tertulis minyak kelapa. Atau sebenernya ada cuma akunya nggak tau aja yang mana karena nggak mudeng istilah? Hahaha. 

               Malamnya aku langsung pakai sebelum tidur. Dan aku jatuh cinta pada sentuhan pertama. Meskipun lotion, tapi teksturnya kental banget cenderung creamy. Nggak sepadat cream sih. Licin tapi nggak terlalu licin. Agak lama meresapnya tapi nggak ada kesan pliket sama sekali udahannya. Pliket itu istilah buat lengket-lengket gitu. 



               Trus kulit beneran jadi halus dan lembap. Pas itu saking keringnya kan sampai banyak, banyaaaaak banget dry patch yang bikin aku meringis sedih. Pas baru sekali pakai belum kelihatan banget ilang sih, tapi dry patch menghilang total setelah aku pakai selama tiga hari. 

               Karena nggak ada petunjuk cara pakai buat kulit muka dewasa, jadi aku ngarang-ngarang sendiri ala-ala pakai skin care high end. Wkwkwk. Pertama, aku keluarkan di telapak tangan, aku hangatkan dengan cara menggosoknya (dulu aku pernah pakai skin care yang cara pakainya seperti ini), trus pijetin ke muka deh. Agak lama sampai benar-benar meresap. Habis itu aku tap-tap pakai teknik hujan rintik-rintik. Ah, itu loh, ditap-tap pakai jari-jari tangan dengan kecepatan rada cepat (apa banget ini kalimat :v). Setelah meresap semua, aku tangkup muka pakai telapak tangan selama kurleb 20 detik. 

               Ternyata cara ngawur itu bekerja dengan sangat sangat sangat baik. Selain dry patch yang lenyap, garis ekspresi nggak keliatan lagi, kulitku jadi halus kaya kulit bayi, teksturnya membaik, jadi lembap, kenyal, dan glowing. O em geeee. Aku terpesona banget sama kulit mukaku sendiri. Seumur-umur aku belum pernah mengalami kulit yang glowing sehat kaya gini. Kulitku yang memang overdry cenderung kusam setiap saat setiap waktu. Dulu kalaupun lembap karena pakai moisturizer, pasti glowingnya glowing pliket alias berminyak. Tapi ini enggaaaaak. Glowing tapi enggak berminyak sama sekali. 
 
Tiga hari pemakaian nih. Ini muka cuma cuci muka doang nggak pakai apa-apa. Belum begitu keliatan glowing tapi udah keliatan sehat. Sampai merona alami gitu. Yang kenal aku dari masa lalu pasti tahu betapa membanggakannya kondisi kulitku sekarang ini. Btw, kalau mau lihat kulitku yang sekarang lihat aja upload-an baru di FB noh. Sekarang aku udah nggak pernah pakai filter atau edit-edit photoshop lagi. #TakLagiPalsu
               Side effect lain yang nggak kuharapkan malah kulitku jadi cerah. Serius! Bahkan Ibing juga komentar sekarang kulitku bagus kaya belbi, katanya. Bahkan bekas jerawat ice picks yang mengerikan banyaknya juga ikutan memudar. Serius! Aneh ya, padahal kan ini produk bayi, mana mungkin ada pencerahnya coba? Yang bikin jadi cerah itu apanya jal? 

               Karena sebenernya aku nggak pengen putih dan ini efek yang nggak kuharapkan, aku sempet panik. Lha ntar kalau jadi belang gimana? Akibatnya, buat mengimbangi, aku pakai juga lotion ini ke seluruh leher dan dada (yang luas itu) biar kalaupun jadi cerah, cerahnya rata nggak kaya topeng. Trus aku pakai lotion pencerah buat kulit badan sama rajin luluran. Ya apa boleh buat, daripada belang kan? Lagian cerahnya nggak gawat banget kok, nggak yang jadi putih pucet kaya vampir. Cuma cerah aja gitu, cerah banget. Mungkin karena sehat yak, kusemnya ilang, jadi keluar warna kulit aslinya. 

               Nggak yang jadi putiiiih banget juga. Soalnya pada dasarnya warna kulitku kan emang coklat. Mustahil bisa jadi putih kecuali oplas atau suntik putih. Heuheuheu. Kalaupun ntar lama-lama jadi makin putih ya tinggal main panasan lagi aja. Gampang. 

               Aku cintaaaaa banget sama lotion ini. Mau pakai ini terus, nggak mau ganti-ganti lagi. Go ahead, judge me! Aku nggak peduli. Udah cinta buta lah. Seumur hidup aku belum pernah punya kulit sebagus ini. Sekalipun pakai skin care branded yang harganya lumayan mahal. Kalaupun memakai produk bayi ini salah di kaidah ilmu kecantikan, aku nggak mau jadi benar. :v

Disclaimer:

Review ini jujur, apa adanya. Ini bukan paid post (kaya ada aja yang mau ngasih job paid review, huhu). Trus juga cocok di aku, belum tentu cocok di klean. Kalau kalian punya masalah kulit sensitif juga, ada baiknya konsultasi ke dokter kulit sebelum coba-coba eyaaa. 

Tambahan:

Meskipun produk yang aku bahas kali ini dari Johnson semua, tapi nggak semua produk Johnson cocok di aku lohh. Pakai sabunnya malah nggak cocok sama sekali. Sabun bayi yang cocok di aku cuma Zwitsal.

               Udah ah, gitu aja. Habis ini mau ngereview produk lain. Ciyeee, gaya. Thank you so much for reading. Mwachh! :*

You May Also Like

2 komentar

  1. sekarang aku udah ga pakai produk bayi sih, terakhir pakai itu minyak telon abis wanginya enak hahaha

    www.isthiud.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama. Aku juga suka pakai minyak telon karena suka baunya. :D

      Hapus