Body Goals: The Golden Ratio

by - Februari 03, 2019


Disclaimer: ini goal pribadi. Kalau kamu tipe orang yang bahagia dengan apapun bentuk tubuhmu dan nggak suka postingan yang penuh dengan kesombongan dan kebanggan semu akan bentuk badan, jangan lanjutin baca.:)

Hellooo, Belbies!

I know, I’m so sorry for not updating this blog as much as I promised on January. Yahh, klasik. Kalau kalian nggak mau memaafkanku lagi, aku paham. Wkwk.

Di kesempatan yang berbahagia kali ini aku akan mengupdate tentang resolusiku awal tahun kemarin yaitu workout lagi. Apakah aku melaksanakannya?

Of course yes! Because I’m a good girl who keep my promise. Lol.

Jadi di awal tahun kemarin kan aku bilang mau olahraga lagi dan lebih spesifiknya yoga. Aku beneran melakukannya.

Pas awal-awal, aduhai, badanku sakit semua. Wkwkwk. Karena aku kelamaan skip nggak olahraganya. Jadi begitu mulai lagi ya otot badan semacam terkaget-kaget gitu lah karena terlanjur kelamaan dimanja. Tapi makin ke sini udah biasa sih.

Makanya, never skip exercise, guys. Maksudnya ya iya sih ada yang namanya recovery day atau apa itu yang jeda istirahat. Misal hari ini workout, besoknya istirahat, besoknya workout lagi.

Yang aku maksud tuh skip yang bener-bener nggak olahraga blas dalam waktu lama (kayak aku kemarinan itu). Atau bener-bener ngaco misal seminggu olahraga tiga kali, trus sebulan enggak. Ntar olahraga lagi seminggu, dua bulan berikutnya enggak. Gitu. Hahaha.

Aku yoga yang biasa aja. Basic banget cuma buat melatih kembali persendian dan flexibility. Lol. Aku sadar aku makin tua dan aku nggak mau menua dengan kaku. Badannya kaku semua gitu maksudnya.
Aku masih inget banget zaman remaja dulu bangsanya split, kayang, trus duduk sila sampai lutut nempel lantai itu gempil upil. Sekarang penuh perjuangan. Huhuhu.



Trus selain yoga aku juga mulai nambahin pola circuit kayak dulu. Cuma belum yang berat banget. Itungannya juga dikit-dikit aja. Wkwk. 

Kalau bulan kemarin baru sebatas: yang penting mulai lagi aja dulu dan aku sudah bisa melaksanakannya, bagus. Bulan ini aku naikin levelnya menjadi: body goals yang pengen aku capai.

Aku tahu lah namanya body goals itu proses nggak instan dan nggak mungkin bisa aku capai hanya dalam waktu satu bulan. Jadi aku bukannya bilang akan mencapai goals ini di bulan ini. Melainkan, di bulan ini, aku mulai exercise yang berorientasi kepada goals.

Nah, tadi aku baru nonton videonya Natalia Taylor. Dia itu model, dan aku suka sama dia karena anaknya lucu sih. Trus dia sering ngebahas tentang dunia modelling, dan khususon di video yang tadi aku tonton dia ngebahas kenapa jadi model itu nggak seenak kelihatannya.

Salah satunya dia ngebahas yang namanya golden ratio: bentuk tubuh yang dianggap sempurna dalam dunia permodelan.

Rasionya yaitu 35-25-35. Maksudnya ukuran bust 35, waist 25, hips 35 (dalam inch). Itulah rasio ukuran tubuh yang dianggap sempurna bagi model. Atau yang mendekati angka itu. Maju mundurnya satu atau dua inch lah, karena mustahil dong semua model punya ukuran yang persis segitu.

Trus aku langusng ngukur diri sendiri kan karena penasaran. Seberapa deket sih aku ke ukuran yang dianggap sempurna ini?

Ngukurnya tanpa baju ya. Cuma pakai underwear aja. Dan hasil pengukuranku berapa coba? 34-26-33.
Aku tuh selama ini merasa kalau bustku terlalu besar. Dulu mungkin iya. Tapi sejak aku turun berat badan beberapa bulan terakhir ini, dadaku mengecil. Yang mengecil lingkar dadanya ya. Otomatis ngaruh juga di lingkaran bust. Dan aku selama ini menganggap model-model itu biasanya kan berdada tipis. Nggak nyangka kalau ternyata yang dianggap idel 35. 35 itu gede lho gaes.

Trus waist 26. Omegerd, I’m so fucking proud! Hahaha. Aku emang lagi pede banget sama perutku karena emang lagi kecil rata banget. Ini ukuran 26 juga aku habis makan banyak dan lagi mau mens. Mungkin kalau ngukurnya pagi-pagi dan setelah diet liquid kayak model-modelnya vicotoria secret gitu, jatuhnya 25 juga kali. Hahaha. Tapi serius, meskipun pipiku kelihatan tembem, tapi badanku kurusan sampai celana-celana pada kegedean semua. Hahaha.

Trus hips 33. Aku emang tipe badannya segitiga terbalik. Jadi tubuh bagian atas dari dulu emang lebih lebar dari tubuh bagian bawah. Dan aku juga tepos banget. Aku sering ngaca-ngaca dan ngebatin “Hemm, ini bokong nggak ada gemes-gemesnya.” Wkwkwk.

Tapiiii, di luar itu semua, ternyata ukuranku nggak jauh-jauh banget dari the golden ratio. Jadi goals yang mau aku capai ini nggak yang muluk banget kan. Cuma ngejar 1-2 inch.

Bust sekarang 34. Kalau aku fokus latihan otot dada, kemungkinan besarnya dadaku akan jadi lebih kencang, lebih naik, dan bisa lah mungkin dapet 35.

Pinggang, aduuuh, ini aku agak pesimis. Soalnya dari zaman dulu perut itu bagian tubuh yang paling susah diatur. Gampang banget ngembang. Ini aku 26. Pas aku mens bisa aja tahu-tahu jadi 30. Atau habis makan banyak gitu ujug-ujug ngejendul kayak hamil anak peri. Wkwkwk. Tapi gpp. Aku ngukurnya pas kondisi normal aja, biar nggak gila. Turunin 1 inch? Bisa diusahakan.

Trus hips ini aku masih agak bingung. Soalnya berhubungan sama tulang. Apakah kalau bokongnya makin gemes, ukuran hips bisa naik juga? Nggak tahu. Mana gemesin bokong juga bukan pekerjaan gampang lagi. Salah-salah malah cuma pahanya yang jadi kekar.

Hemm.
Tapi seenggaknya aku udah tahu main focusnya: dada, perut, pantat.

Jujur aku belum punya gambaran jenis exercisenya kecuali yang dasar banget kayak push up, sit up, sama squad. Tapi habis ini aku akan belajar nyari-nyari yang fokusnya ke ngencengin dada, memperkecil perut, dan membesarkan pantat. Wkwkwk.

Btw, meskipun dulu aku belum tahu ada rasio kayak gini, aku dari dulu udah tahu kalau ukuranku tuh hampir mirip sama manekin. Jadi kalau beli baju aku selalu gampang, kalau pas di manekin, udah pasti pas di aku.

Makanya zaman masih fashionable dulu, seriiing banget dapet komen dari random stranger nanya “Mbak model ya?”

Mirip lah kayak orang sekarang nanya di inbox sama DM karena ngelihat fotoku. Cuma itu in real life. Dan aku selalu menjawab “Andai saja. Andai saja.” Wkwk.

Anyway, I’m going to claim it back! Aku nggak bercita-cita jadi model atau ikut ANTM. Tapiiii, kalau badanku bagus, ntar aku modelin bajuku sendiri kan bagus. Begitu. Nggak usah bayar model lagi. Hemat duitnya buat tambahan ongkos produksi aja biar bisa produksi lebih banyak. #teteup

Btw, ini rasio buat ukuran model ya. Buat orang yang punya tipe tubuh lain, misalnya lebih curvy atau thick, tetep punya rasionya sendiri. Gampangnya pokoknya imbang antar bust sama hips. Trus tubuh kurang lebih berbentuk seperti jam pasir gitu lah. Misalnya aja Kim Kardashian.

Dan ini memang rasio matematis banget berdasarkan angka dan keseimbangan. Kecantikan nggak ada hubungannya sama ini. Orang mau bentuk badannya nggak sesuai sama rasio, kalau cantik ya tetep cantik aja.

Btw, pas aku browsing-browsing di google aku nemu list selebriti perempuan yang bentuk badannya dianggap paling mendekati golden ratio. Beberapa di antaranya adalah Salma Hayek, Cameron Diaz, Rita Ora, Marilyn Monroe, dan Scarlett Johansson. Scarlet ranking satu di list itu. Jadi aku goalnya sekarang gimana caranya bisa punya badan kayak Black Widow. #sip

Btw, aku pernah nonton video trainernya Scarlett ngejelasin diet dan workout routine-nya biar dapet body kayak gini. Astaga. Belum apa-apa aku udah capek. --'

Ok, honey, you can put me on the list when I’m done. *sunglasses on

P.S: sebelum ada feminis yang menyerang, sekali lagi ini goal pribadi ya. Aku nggak maksa siapapun untuk mengikuti atau menganggap bentuk tubuh lain jelek. Feminisme kan salah satunya mendukung perempuan dan haknya atas tubuhnya sendiri. Mau ditato, mau KB, mau nggak punya anak, atau apapun. Olahraga juga sama. Hehe. Ngomong aja sih, just in case. Soalnya aku sering banget lihat di konten workout, diet, dan body shaping gitu banyak komentar marah-marah semacam “Mau aja sih ngikutin standar cantik yang hanya memuaskan laki-laki.”

Hemm, it’s not always for the guys, okay. We’re happy doing it. Lagian laki-laki yang lebih suka cewek berisi juga banyaaak. Sekali lagi ini goal pribadi. I’m doing this for me.

Trus, kalau ada yang baca ini, ngukur diri sendiri dan ternyata angkanya nggak sama, please don’t be sad. As far as you’re healthy and happy, then you’re pretty. You’re still awesome nggak peduli angkanya berapa. Okai?

Thank you so much for being here. I love you, and I’ll see you on the next one!





Xo,
Pelle

You May Also Like

0 komentar