Minyak Ampuh: semacam review

by - Juli 07, 2016




Halo pembaca! Kali ini aku mau nulis semacam review dari produk yang kalau dilihat dari sudut pandang manapun tuh aslinya nggak banget ya. Nggak percaya?

Nama

Ni ya, kita bahas mulai dari namanya dulu. Minyak Ampuh. Astaga! Nama macam apa ini? Nggak ada centil-centilnya sama sekali. Apalagi kece. Nggak blas. Aku aja aslinya nggak sengaja mau ngereview produk yang satu ini. Kalau nggak gara-gara… nanti kujelasin deh pokoknya.
Oke, nama udah. Dan kita semua sepakat ya, kalau namanya a bit kampungan dan sama sekali nggak menjual. Bukannya ngatain lho ini. Tapi jujur aja, kesan yang kudapat emang gitu. Aku punya produk ini udah luamaaa banget. Mungkin udah hampir setahun lah. Tapi nggak pernah tak bahas-bahas sebelumnya.

Packaging

 

Sekarang kita bahas packaging. Aslinya ada kardus kotaknya gitu yang memuat berbagai macam informasi mengenai manfaat dan ingredients. Tapi berhubung udah lama banget, kardusnya udah aku buang kayaknya. Kayaknya sih, soalnya aku nggak inget.
Nha, di dalemnya ada wadah plastik gitu. Wadah plastiknya juga sama ya. Sederhana dan kampungan gimana gitu (ini dari tadi ngatain mulu sih?).
Ada labelnya kertas yang ditempelin. Di situ ada keterangan fungsi dari minyak ampuh sebagai berikut: penyembuh kena api, penghalus kulit muka, pembasmi kokoloten, dll. Aku juga nggak ngerti kokoloten itu apa. Oke?
Aslinya kalau di kardusnya lebih komplit lagi penjelasan fungsinya. Aku inget ada buat menyembuhkan jerawat dan gatal-gatal segala. Pokoknya pada intinya, si minyak ampuh ini fungsinya buat mengatasi berbagai macam penyakit kulit.

Kok beli? Panuan ya?

Enggaaak. Meskipun minyak ampuh ini fungsinya buat mengobati berbagai macam penyakit kulit dan terutama gatel-gatel, aku beli sama sekali bukan karena itu semua. Aku nggak menderita kutu air akut. Tapi gara-garanya temen aku jualan dan aku nggak tega. Kebiasaan kalau ada temen yang jualan aku beli bukan karena butuh, tapi karena iba. Harganya dua puluh ribu apa dua puluh lima ribu, gitu. Nggak inget.

Tekstur

 

Pertama dibuka bentuknya padat kaya balsem. Mirip kaya tender care gitu lah. Jadi cara pakainya ya dicolek-colek gitu. Kalau kepanasan baru mencair jadi kaya minyak beneran. Warnanya merah kaya ager-ager dan aku agak curiga sama warnanya. Ngejreng banget gitu lohh.

Aroma

Bau melati. Soalnya kalau nggak salah di ingredientsnya emang ada minyak melati gitu. Aku lupa bahannya apa aja, yang jelas berbagai jenis minyak-minyakan jadi satu. Aku suka sih baunya. Nggak menyengat dan enak deh pokoknya. Enak bagi yang suka aroma melati lho ya.

Trus tak pakai buat apa aja?

Meskipun di keterangannya bisa buat menghaluskan kulit muka dan bla bla bla, minyak ampuh ini nggak pernah tak pakai di muka. Ya aku nggak yakin aja gitu. Habis penampilannya gitu sih (ketauan suka ngejudge by cover :p). Jadi, minyak ampuh ini tak pakai di tumit, kulit kaki yang kering, dengkul, sama siku. Soalnya kalau pakai tender care boros. Tender care kan kecil. Heuheu.
Tapi aku pernah tuh, pas lagi masak (sumpah lo masak?), nggak sengaja kena minyak panas di dengkul (udah, nggak usah nanya kok bisa dengkul kena minyak, aku juga nggak yakin kejadiannya gimana). Kan melepuh tu ya. Trus aku kasih minyak ampuh ini, dan beneran loh, lebih cepet adem dan kering. Cuma sayangnya masih membekas sih.

Pertanyaan seriusnya: kenapa tiba-tiba ngomongin minyak ini?

Nha, ini dia. Jadi ceritanya ini nggak sengaja banget sumpah, dan aku nggak pernah punya niat barang secuilpun buat ngebahas minyak ini sebelumnya. Kejadiannya adalah kemarin, pas aku habis keramas. Biasanya kalau habis keramas aku pakai minyak zaitun untuk melembabkan rambutku yang kuering banget itu. Tapi kemarin nggak tau dapet wangsit dari mana, aku iseng banget mengganti minyak zaitun dengan minyak ampuh ini. Sumpah ya, murni iseng, nggak ada niat apa-apa. Rambutpun tak biarin kering dengan sendirinya dan tak cuekin.
Tapi tahukah kalian apa yang kemudian terjadi? Beberapa jam kemudian pas rambutku udah lama kering, trus aku lagi sibuk berpikir sambil membelai rambut (orang lain mikir ketuk kepala atau dagu, kalau aku belai rambut. Udah, nggak usah protes), aku terkaget-kaget karena rambut aku lembut bangeeeeeeet. Udah gitu terasa tebal dan nggak kerasa berminyak. Biasanya kalau pakai minyak zaitun terasa berminyak. Udah gitu, rambut aku jadi mudah diatur. Kan langka banget kejadian kaya gitu sama rambutku. Rambutku tu pada dasarnya kering, kusut, dan susah diatur. Pasti nggembeeel terus. Cuma kalau dipakaiin minyak zaitun jadi lumayan. Lumayan tok lohh. Lumayan nggak kering. Tapi kusutnya sih tetep.
Nha ini secara mengejutkan minyak ampuh malah keren banget kinerjanya. Sumpah, aku nganga-nganga di depan cermin sambil belai-belai rambut aku yang tumben-tumbenan terasa tebal. 
Foto rambut tanpa flash.


 
Dengan flash.
Tuh, buktinya. Itu foto rambut aku tanpa sisiran lohh. Sejak habis keramas nggak sisiran sama sekali. Kalian yang kenal aku di kehidupan sehari-hari pasti ngerti banget kan, kalau rambut aku nggak pernah kaya gitu bentukannya. Biasanya selalu kering dan kasar, dan kusut. 
Nih, biasanya kaya gini. Padahal udah susah payah sisiran. Beda jauh banget kan?
Gara-gara kejadian ini, aku langsung nyariin kontaknya temenku buat beli minyak ampuh lagi. Hahaha.
Yah, sekali lagi aku memetik pelajaran buat not judge anything by its cover. *shame on me
Oke pemirsa, sekian dulu ya, semacam reviewnya. Tapi ini cuma kejadian di rambut aku lho ya. Dan pada awalnya aku pakai minyak ini di rambut cuma karena iseng. Di kemasan produknya juga nggak disinggung sama sekali manfaat buat rambut atau bisa dipakai buat rambut apa enggak. Jadi yah, jangan anggap ini sebagai wahyu dari dewi kecantikan. *siapa juga yang nganggep, Pel?
Akhir kata, thank you so much for reading and see you in the next review!
Love,
Isthar Pelle

You May Also Like

1 komentar

  1. Kak minyak ampuh nya pas diaplikasi ke rambut, itu rambutnya dikeringkan dulu atau pas masih basah?

    BalasHapus